Akhirnya setelah banyak perjuangan yang dilakukan para paslon untuk merebut suara rakyat, tanggal 9 Desember 2015 kemarin, dengan perhitungan suara baik melalui Quickcount maupun Real Count dari masing-masing saksi, walapun belum bisa dipastikan secara sah bahwa paslon no. Urut 3 yaitu Bapak Herwin Yatim dan Mustar Labolo, mendapat suara paling tinggi.
Ini memang diluar perkiraan banyak orang, begitupula dengan Lembaga-lembaga survey yang sebelumnya melakukan sampling terhadap beberapa masyarakat yang ada di kabupaten banggai ini, dimana paslon no. 2 yaitu Bapak Ma'mun Amir dan Ibu Batia Sisilia Hadjar, mendapatkan nilai survey paling tinggi dari yang lain.
Lalu, bagaimana setelah itu?
Setelah tanggal 9 itu, yang kita lakukan hanya menunggu. Menunggu aksi kerja dari bapak bupati yang terpilih, masih lama ? Iya benar...
Lalu, untuk apa kita masih menghujat, memaki, menduga-duga ada kecurangan dari kemenangan mereka? Toh, kita pun masih begini saja, yang nganggur masih nyari kerja, yang kerja masih pusing sama banyaknya deadline kerjaan, para pedagang masih jualan, dan masih banyak lagi yang memang sepertinya tak banyak berubah. Karena perubahan terjadi jika diri kita sendiri yang mau berubah, tidak mungkin kita dapat uang kalo kita sendiri malas bekerja.
Saya selalu ingat pesan Ayah saya,
"Nak, mau siapapun yang jadi bos, mau seburuk apapun dia, dia tetap jadi bos, yang memimpin kamu, yang harus kamu lakukan adalah tetap bekerja, apa adanya, kerahkan semua tenagamu, yakin, pasti kamu tidak akan susah, kamu malah yang akan selalu jadi andalan, dan insya Allah jadi orang sukses"
So, setelah tanggal 9 ini, habis pilkada ini, para pengikut ke paslon lain yang tidak menang, mulai merancang strategi untuk membelokkan haluan, mendekat ke yang panas, biar terbakar!!!! Hahahahaha....
No comments:
Post a Comment