Saat itu pagi pukul 06.00, laut mungkin baru dibangunkan fajar, terlihat dari ombaknya yang perlahan menepuk pesisir.
Kamu siap dengan perlengkapan memancing, tidak beberapa lama kail sudah menunggu pasangannya di permukaan laut. Sambil menunggu, aku dan kamu berbincang seadanya, aku menikmati situasi itu, karena aku tau akan kemana akhir hubungan kita.
Perjalanan selanjutnya, kita tinggalkan setapak jejak di sepanjang perjalanan pulang. Jejak yang sampai saat ini masih terlihat saat aku berkunjung kesana.
Setelah itu, kita bicara dengan mata yang tidak berkedip sama sekali, kamu terlihat gusar, akupun tak kalah gelisah.
Maaf dengan keputusan kala itu. Kamu tau, kita tidak bisa apa-apa. Perasaan kita sama-sama terluka, dan mata kita terasa pedih menahan air mata, tapi katamu jangan bertanya pada Tuhan, karena saat itu Dia sudah beri jawaban yang tepat.
Kamu sudah bahagia saat ini, doakan aku bisa sepertimu.....
"Mantan"
No comments:
Post a Comment